Senin, 15 Januari 2018

Kiat Menurunkan Tekanan Darah Tinggi



hipertensi
Tips Hidup Sehat
Menurunkan Tekanan Darah Tinggi ( Hipertensi)
Tekanan darah normal menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) adalah 120/80 mmHg (milimeter air raksa). Artinya tekanan darah sistolik 120 dan tekanan darah diastolik 80. Tekanan darah sebaiknya tidak lebih dari 140/90. Jika tekanan darah sudah melebihi 140/90 mmHg akan menimbulkan penyakit yang disebut Hipertensi atau tekanan darah tinggi. Penyakit hipertensi cenderung diturunkan pada keturnannya dan lebih banyak terjadi pada orang tua. Sebanyak 10% penduduk dewasa Indonesia menderita Hipertensi.
Ada beberapa faktor yang menyebabkan hipertensi, yaitu:

1.      Faktor keturunan.
2.      Terlalu banyak mengkonsumsi garam dapur.
3.      Berat badan berlebihan.
4.      Kurangnya aktifitas.
5.      Faktor mental dan stres.
6.      Efek samping pemberian obat.
Penderita hipertensi dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter secara teratur untuk mengontrol tekanan darah dan mencegah timbulnnya komplikasi. Kegiatan yang dianjurkan untuk penderita hipertensi adalah sebagai berikut:
1.      Makan buah dan sayuran karena serat dan vitamin C yang ada di dalamnya dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi.
2.      Mengurangi konsumsi garam dan makanan berlemak.
3.     Mengkonsumsi buah dan sayuran mentah seperti bayam, wemangka, kembang kol, mentimun, atau belimbing (pilih salah satu), terutamma dalah bentuk jus sebanyak 1 gelas setiap hari.
4.      Menghindari rokok, baik rokok pasif ataupun merokok aktif.
5.      Menghindari minum kopi, dan alkohol.
6.      Menghindari stres.
7.      Melakukan olahraga teratur untuk menurunkan berat badan, membakar lemak darah lebih banyak, dan memperkuat jantung.
Pengobatan hipertensi secara kedokteran dan dengan cara mengubah gaya hidup menjadi yang lebih sehat dapat dilengkapi dengan terapi herbal. Beberapa jenis herba yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan hipertensi adalah sebagai berikut:
1.      Bawang putih (Allium sativum)
Bawang putih terbukti ampuh untuk mengobati seluruh sistem kardiovaskuler. 1 siung setiap hari selama 3 bulan berturut—turut mampu menurunkan tekanan darah dan kolesterol.
2.      Bawang merah (Allium cepa)
Bawang merah juga terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah, terutama dalam bentuk minyak esensial bawang merah,
3.      Tomat (Lycopersicon lycopersicum)
Tomat mengandung asam gamma-amino butryric (GABA). Senyawa inilah yang mampu menurunkan tekanan darah. Buah ini efektif dimakan langsung atau dibuat jus.
4.      Seledri (Apium graveolens)
Seledri telah lama dikenal dikalangan herbalis sebagai penurun hipertensi. Berdasarkan hasil uji klinis seledri terbukti memberi efek seperti kalsium antagonis. Efek penurunan hipertensi lebih terasa jika seledri dikonsumsi alam bentuk jus. Herba lain yang baik dikonsumsi dalam bentuk jus yaitu brokoli dan wortel.
5.      Kumis kucing (Orthosiphon stamineus)
Tanaman asli indonesia ini telah lama dikenal sebagai peluruh batu ginjal yang ampuh. Dari hasil uji klinis, kumis kucing memiiki efek beta-blocker yang berpengaruh terhadap tekanan darah dan serangan jantung.
Mengingat pentingnya tekanan darah bagi penderita hipertensi maka sangat penting untuk mengetahui tekanan darahnya setiap saat.
Demikian artikel mengenai penyakit hipertensi, semoga memmberikan manfaat dan memotivasi untuk selalu hidup dengan pola hidup sehat.

Daftar Pustaka
Widharto, 2009. Bahaya Hipertensi. Sunda Kelapa Pustaka: Jakarta
Bangung. A.P., 2006. Sehat & Bugar pada Usia Lanjut dengan Jus Buah dan Sayuran. Agromedia Pustaka: Jakarta

Artikel Terkait

Silahkan Sobat berkomentar dengan sopan dan sesuai dengan isi artikel. Dimohon untuk:
1. Tidak berkomentar kasar/berbau SARA/porno.
2. Tidak membagikan link aktif dalam kolom komentar.

Selamat Berkomentar :D
EmoticonEmoticon